WELCOME
As the famous writer, Stephen King, says:
"If you don't have time to read, you don't have the time (or the tools) to write. Simple as that."
ini blog bahasa Indonesia btw
Minggu, 04 November 2012
Menulis Cerita Horror (Part 2) ll 10.47 ll
yang belom baca Part 1, dimohon baca part 1 dulu yaa..
Sudut Pandang
1. Orang Pertama,
1a. Kamu sebagai the hero. "The hero" disini maksudnya kamu adalah orang yang dikenai hal-hal horror. Saat orang merasa ketakutan (seperti the hero-nya disini) sense-nya mereka meningkat.
Mereka bisa tiba-tiba mendengar suara angin yang paling kecil dan suara bisik-bisik yang sangat kecil volumenya. Bergantung pada rincian untuk nge-set moodnya, when the horror thing goes down, berusaha untuk hanya menyampaikan yang diketahui the hero-nya. Jangan menggunakan "lalu aku mengetahui bahwa" "tanpa ku ketahui sebelumnya" "tapi ternyata", dll. Hanya yang pernah dialami the hero-nya yang harus digunakan.
1b. Kamu sebagai 'itu'. JANGAN, just .. don't. Contoh : "Kamu adalah zombie"
2. Orang Ketiga. Yang paling gampang dan mungkin yang terbaik. Jangan pernah TELL US, selalu SHOW US. "Andi mulai menjadi ketakutan" vs "Andi menutup matanya dan mulai menggumamkan lagu-lagu yang ceria ke dirinya sendiri, tapi dia harus berhenti untuk menelan ludahnya sendiri, setiap kali dia harus berhenti, dia menutup matanya lebih ketat."
3. Orang Kedua. "Kamu". pembaca dituntun sepanjang cerita, hati-hati tapi. Jika bagus itu bisa membuat pembaca sangat ketakutan, tapi jika buruk pembaca akan menertawakanmu. Dan biasanya itu hasilnya buruk.
Tanda baca dan bahasa.
1. Penggunaan yang benar. SELALU (buatlah cara untuk) MENGGUNAKAN TATA BAHASA DAN TANDA BACA YANG BENAR (jika memungkinkan). koma yang ditempatkan dengan baik, tanda penghubung atau tanda tanya bisa membuat perbedaan. Perhatikan gimana di cerita-cerita horror komedi tidak punya tanda baca dan banyak kapital? Saat kamu memakan makanan yang enak, apa kamu langsung pengen menelan secepat mungkin? atau apa kamu menggigit-gigitnya perlahan, dikunyah perlahan, dan ditelan dengan selayaknya? (biasanya ini diterapkan kebanyak di sudut pandang orang ketiga. sudut pandang orang pertama dan kedua memiliki pilihan yang lebih banyak)
2. Pengulangan. Kalimat yang diulang seringkali membentuk suasana yang menyeramkan. Hati-hati jangan terlalu sering menggunakan ini tapi.
Pergerakan.
1. Pergerakan yang biasa. "Itu mulai berlari ke arahku.." ...hoaam...
2. Pergerakan yang tidak biasa. "Itu mulai bergerak dengan lambat ke arahku, itu .. menggeliat, berkedut.."
3. Tanpa pergerakan. "Itu duduk disana, tidak bergerak, tidak berkedip..."
Pilihan kata.
1. Kata-kata yang sempurna. Selalu ada cara yang bagus untuk mengatakan sesuatu, kamu hanya harus menemukannya. Coba pertimbangkan contoh-contoh di baris dibawah ini :
"Itu memulai memutarkan tubuhnya menjadi bentuk-bentuk yang aneh"
"Itu mulai meliuk-liukkan bentuk tubuhnya ke posisi-posisi yang aneh"
Menutup cerita.
1. Biarkan 'terbuka'. Menambahkan paranoia, karena membuat pembaca tidak yakin kemana 'itu' pergi, yang mereka ketahui hanya bahwa itu masih ada di suatu tempat di luar sana.
2. Ditutup. Semacam menghabiskan ceritanya. Itu bisa membuat mereka tidak takut, karena mereka tahu bahwa 'evil spirit'nya uda dikalahkan / disegel / dihancurkan / dimatikan dsj.
3. Apa yang telah terjadi? Coba jadi jelas tentang apa yang terjadi, walaupun tidak ada yang terjadi, jadilah jelas tentang itu.
4. Apa yang terjadi tadi? Akhiri dengan catetan misterius, buat yang membingungkan dan sedikit "menuntun" bisa menjadi sangat efektik. Hati-hati dengan ini.
Bagaimana cara memulai cerita.
1. Mulai dari akhir, bukan dari awal. Buat that scary idea di pikiranmu, dan mulai ke belakang dari sana. Hal yang paling penting dalam cerita adalah elemen "scary"-nya, jadi pastikan kalau itu fokus utamanya, dan itu dikembangkan sebelum yang lainnya. Coba sesuatu yang menakutkan BUAT KAMU. Dengan cara itu kamu kan lebih mengetahui tentang itu, dan segala sesuatunya kayak feelings dan nuansa buat lewat itu, jadi kamu bisa mengembangkan dengan benar.
2. Masukkan hal yang menyeramkan itu ke setting yang tidak menyeramkan, kembangkan sekelilingnya.
3. LALU pikirkan tentang karakternya.
4. Tulis garis besarnya.
5. Gunakan tips-tips sebelumnya untuk membuat cerita yang koheren.
6. Baca lagi seakan-akan kamu itu troll. Apakah kamu akan menertawakan ceritamu? atau apa itu emang bagus?
Catatan
1. Boleh tidak menggunakan aturan-aturan yang ada atau tips-tips diatas. Dengan catatan kalau kamu memang bisa ngebuat cerita yang suerem dengan nge-break salah satu tips diatas. Then for God's sake just make it.
2. Gunakan klise dengan hati-hati. Jika dipakai dengan bagus, baik dan benar bisa membuat ceritamu lebih bagus / menyeramkan, tapi jika dipakai dengan kurang bagus, bisa berdampak negatif pada ceritamu.