WELCOME
As the famous writer, Stephen King, says:
"If you don't have time to read, you don't have the time (or the tools) to write. Simple as that."
ini blog bahasa Indonesia btw
Minggu, 04 November 2012
Sebuah Nomor Telepon ll 16.03 ll
Annalisa membeli sebuah buku telepon baru. Saat dia menulis nama-nama dari buku yang lama, dia melihat nama-nama temannya. Salah satunya adalah Linda, yang telah meninggal beberapa bulan yang lalu. Dia merasa konyol untuk men-transfer namanya ke buku yang baru, tapi dia merasa sedikit aneh jika hanya mengabaikannya. Dia tahu dia sedang berpikir tidak wajar, tapi sesuatu menyuruhnya untuk menelepon nomer Linda. Mungkin untuk mengetahui dan mendengar bahwa itu bukan punya temannya lagi bisa memberikan suatu pengakhiran kepadanya. Dia mempunyai masalah dalam mengatasi kesedihannya yang selalu bersamanya hampir setiap hari.
Yang membuatnya terkejut, LINDA MENJAWABNYA. Kaget, dia dengan gagapnya memulai pembicaraan. Tidak lama, mereka berbincang-bincang layaknya kawan lama. Beberapa bulan terakhir ini berat bagi Annalisa. Selain kehilangan Linda, tunangannya meninggalkannya, jadi dia menggunakan kesempatan untuk menuangkan isi hatinya ke Linda. Dengan melakukan itu, kepahitan dan kesakitan yang dia rasakan seakan-akan terangkat.
Linda bertanya kenapa Annalisa tidak meneleponnya setelah sekian lama. "Kenapa Bruce belum menelepon?" Linda menangis. "Dia berjanji kalau dia akan selalu ada untukku."
Bruce adalah pengemudi mobil yang membuat Linda kehilangan nyawanya. Dia mengemudi ke rumah Linda setelah pesta menyambut pernikahan dan hadiah-hadiah yang didapatkannya tidak hanya ditaruh di bagasi, tetapi juga di kursi belakang, yang menimbulkan tumpukan tinggi yang menutupi jendela belakang. Mereka harusnya menikah di tiga minggu setelahnya. Bruce terluka gara-gara kecelakaan tersebut dan masih dalam keadaan koma sampai sekarang. Dia tidak tahu menahu tentang kematian Linda.
Annalisa tersentak. Bagaimana coba caranya untuk menjawab pertanyaan itu? Linda melanjutkan, "Kenapa kamu tidak meneleponku setelah beberapa bulan lamanya? Kenapa Bruce belum pernah menelepon sama sekali?" Dia menanyakan ini terus-terusan.
Tidak tahu apa yang harus dikatakan, dia terkesiap, "KARENA KAMU MENINGGAL." Annalisa tidak mendengar suara Linda setelah itu. Yang dia dengar hanya NADA TELEPON! Beep, beep, beep.. Jantungnya berdetak sangat kencang, lalu dia langsung secepatnya menelepon nomor Linda lagi.
Tidak ada jawaban.