Ya, aku tau kalo post dibawah ini mungkin bakal tidak akan menyeramkan, tapi ya mungkin cuma disturbing. Dan juga, kita orang Indonesia jadi mungkin belum pernah mendengar lagu-lagu dibawah ini. Kenapa aku nge-pos ini? Soalnya, aku cuman pengen memberi tau, ini salah satu contoh nyata kalau
things aren't always what they seem (hal-hal tidak selalu seperti apa penampilan mereka.)
Dan ini maksudnya bukan yang kayak "Don't judge the book by it's cover", oke mungkin sedikit kayak gitu tapi tujuan aslinya enggak. Dan ini bukan cuman buat serem-sereman aja, ini beneran, sudah dibuktikan dalam sejarah.
#5. Three Blind Mice (Tiga Tikus Buta)
Three blind mice, three blind mice,
See how they run, see how they run
They all ran after the farmer's wife,
Who cut off their tails with a carving knife,
Did you ever see such a thing in your life,
As three blind mice?
Terjemahan:
Tiga tikus buta, tiga tikus buta,
Lihat mereka berlari, lihat mereka berlari,
Mereka berlari menuju istri petani
Yang memotong buntut mereka dengan pisau daging,
Pernahkah kamu melihat hal seperti itu waktu kamu hidup,
Seperti tiga tikus buta?
Yang mungkin dipikirkan sama orang-orang..
Tiga tikus yang tidak beruntung yang berada dalam sebuah 'misi' untuk mengetahui mereka ada dimana, yang lalu berlari menuju ke wanita tua yang kebetulan mempunyai keahlian dalam memotong hewan-hewan kecil yang tidak berdaya menjadi berkeping-keping. Jadi yang satu ini sebetulnya uda disturbing dengan sendirinya.
Tapi beberapa ahli mengatakan ...
Istri petani di lagu ini sebetulnya mereferensikan ke "Bloody" Mary I di abad ke-16, dan antusiasmenya untuk segala sesuatu yang melibatkan penyiksaan, kematian, dan pada dasarnya mencari cara-cara baru untuk menjadi *beep* terbesar di buku-buku sejarah. Tiga tikus itu sebenarnya melambangkan tiga bangsawan yang berkumpul bersama-sama dan mengatakan, "Gee guys, mungkin nyonya Mary ini tidak ada disini sepenuhnya." dan akhirnya dituntut dengan alasan berkonspirasi melawan ratu.
Kalau kamu mengernyit dengan lirik "memotong buntutnya", bukan, maksudnya Lady Mary enggak memotong kelamin mereka, tapi beliau membuktikan bahwa beliau mempunyai sebuah empati, dan malah membakar mereka.
#4. Georgie Porgie
Georgie Porgie pudding and pie
Kissed the girls and made them cry
When the boys came out to play
Georgie Porgie ran away
Terjemahan:
Georgie Porgie pudding dan pie
Mencium cewek-cewek dan membuat mereka menangis
Saat anak laki-laki keluar untuk bermain
Georgie Porgie berlari pergi
Yang mungkin dipikirkan sama orang-orang..
Seorang anak aneh di yang sepertinya kehilangan keberanian saat melihat laki-laki lain.
Tapi beberapa ahli mengatakan....
Semua hal tersebut mengacu pada skandal gay yang berhubungan dengan Raja Charles I
Georgie Porgie menurut mereka adalah karikatur dari George Villiers, Duke of Buckingham pertama dan seorang cowok yang cantik (secara hardcore). Dirumorkan bahwa dia merupakan kekasihnya Anne of Austria, Permaisuri dari Perancis dan sangat kejam dalam semua hal kecuali untuk hal-hal seperti menjadi cantik, atau menjadi wanita.
 |
| Kemungkinan laki-laki |
Jadi setelah menjalin percintaan dengan, er, Anne yang agak maskulin, itu merupakan transisi yang lancar bagi Villier untuk berganti pihak. Bukan orang yang melakukan hal setengah-setengah, Villier memilih untuk *ehem* ke Raja Charles I. Melalui sang Raja, Villiers dapat menjadi sangat kuat dan berpengaruh, dan bahkan dinobatkan menjadi --dan kami tidak mengada-ada-- Gentleman of Bedchamber (Gentlemannya Ruang Tidur), sebuah gelar yang membuat orangtua George Villiers bangga.
Akhirnya, Parlemen muak dengannya dan memutuskan hubungan mereka. Sebagai laki-laki yang menghargai cinta, Villiers berjuang untuk kekasihnya, Charles dengan berani dengan cara yang pada dasarnya berteriak, "Well.... okay!" yang pada akhirnya membuat referensi "When the boys came out to play, Georgie Porgie ran away."
#3. Goosey Goosey Gander
Goosey goosey gander, whither shall I wander
Upstairs and downstairs and in my Lady's chamber
There I met an old man who wouldn't say his prayers
So I took him by his left leg and threw him down the stairs
Terjemahan:
Goosey goosey gander, kemana aku harus pergi
Keatas dan kebawah dan ke kamar nyonyaku
Disana aku bertemu seorang pria tua yang tidak mau mengatakan doanya
Jadi aku menggeretnya melalui kaki kirinya dan menjatuhkannya melalui tangga
Yang mungkin dipikirkan sama orang-orang...
Gelandangan kota mendobrak masuk ke berbagai ruangan wanita dan menjatuhkan partner-partnernya karena inkonsisten dalam agamanya.
Tapi beberapa ahli mengatakan...
Dulu di Eropa abad 16, kebanyakan orang sibuk dalam memperangi penyakit atau memperangi penganut-penganut Katolik. Pendeta-pendeta mempunyai permintaan yang tinggi karena ada hadiah untuk orang yang menemukan penganut Protestan dan dapat mengeksekusi satu.

Seringnya, cara mengeksekusinya yaitu mengikat kaki-kakinya dan orangnya dijatuhkan lewat tangga (digulingin dari atas tangga kayaknya terus sampai ke bawah). Kecuali dia memulai mengatakan doanya di bahasa Inggris bukan bahasa Latin, dia akan dijatuhkan lebih cepat dari masa kecilmu. Kalau dia memang menyerah, dia akan diampu-- oh engga deng. Mereka akan tetap menjatuhkannya lewat tangga regardless.
Jadi itu sudah done ya, tapi apa maksudnya frase "goosey goosey gander?"
Well, menurut mereka "Goosey" itu direferensikan ke istilah slang tua yaitu "goose" yang kayaknya bagus tapi ternyata itu artinya "voluptuous lady of the night (wanita malam yang menggairahkan)" yang ternyata hanya merupakan eufimisme dari "pelacur yang sangat kotor". Bahkan, istilah "goose bumps" sebenernya merupakan slang dari benjolan merah yang disebabkan oleh penyakit kelamin.
The more you know!
#2. Pop Goes The Weasel (Pop Pergilah Musang Itu)
All around the murberry bush
The monkey chased the weasel;
The monkey thought 'twas all in good sport
Pop! goes the weasel.
A penny for a spool of thread,
A penny for a needle-
That's the way the money goes,
Pop! goes the weasel.
Terjemahan :
Di sekeliling semak murbai
Sang monyet mengejar sang musang
Sang monyet berpikir itu merupakan olahraga yang baik
Pop! (suara meletus) pergilah musang itu.
Sebuah penny untuk kumparan benang,
Sebuah penny untuk sebuah jarum-
Itulah caranya uang itu pergi,
Pop! pergilah musang itu.
Yang mungkin dipikirkan orang-orang..
'Pembakaran' spontan di kerajaan hewan, juga dengan penonjolan bahwa semua monyet itu kurang ajar.
Tapi beberapa ahli mengatakan ...
Pop goes the weasel adalah nada menyenangkan yang berpusat dalam tema anak-anak yang sudah sangat dikenal : siklus kemiskinan di masyarakat.
Sebuah bagian yang bagus dari lagu ini dibuat-buat dari permainan kata yang merupakan istilah slang Cockney dari zaman dulu. Untuk contohnya, "Pop" adalah istilang slang yang berarti untuk menggadaikan sesuatu (yang dijual dari pegadaian) sementara "weasel" artinya jas. Apakah itu membantu? Tidak?

Well, maksudnya disini adalah gak peduli semiskin apapun pria London dulu, dia diharapkan untuk mempunyai jas untuk berpakaian bagus pada hari Minggu. Cara untuk bisa melakukan ini adalah menggadaikan jasmu (Pop goes the weasel) pada hari Senin dan membelinya lagi sebelum hari Minggu.
Kurang diketahui umum, tapi ada versi yang lebih tradisional yang bunyinya :
Up and down the city road,
In and out the eagle,
That's the way the money goes,
Pop! goes the weasel.
Terjemahan:
Ke atas dan kebawah jalan kota
Masuk dan keluar sang elang
Itulah caranya uang pergi
Pop! pergilah sang musang.
Sang Elang disini maksudnya adalah kedai minuman The Eagle di London utara, mengingatkan anak-anak muda tentang kemiskinan yang berlebihan karena kebanyakan minum (minuman yg memabukkan) dan depresi-- sebuah pelajaran yang anak kecil harus tau sejak mereka berumur 5 tahun.
#1. Mary, Mary Quite Contrary (Mary, Mary Cukup Berlawanan / Menentang)
Mary Mary quite contrary
How does your garden grow?
With silver bells and cockleshells
And pretty maids all in a row
Terjemahan:
Mary Mary cukup berlawanan
Bagaimana kebunmu tumbuh?
Dengan bunga-bunga silverbell dan bunga-bunga cockleshell
Dan pelayan-pelayan cantik yang berbaris
Yang mungkin dipikirkan orang-orang...
Seorang wanita tua manis dengan ketertarikannya pada hortikultur. Oh, dan itu punya kata "cockleshell." Kami suka itu.
Tapi beberapa ahli mengatakan...
Ratu "Berdarah" Mary cukup populer untuk sering muncul di sejumlah rima-rima anak, yang lumayan mengesankan beberapa abad kemudian. Berapa banyak rima anak yang menampilkan
kamu? Yeah, itu yang kami pikirkan. Kamu harus mulai melakukan sesuatu dengan hidupmu.

Anyway, di nada menyenangkan ini, Mary ditujukan sebagai tokoh utama dalam semua orang-orang malang yang dia kirim ke kuburannya (tamannya). The silver bells ditujukan untuk instrumen siksaan untuk menghancurkan ibu jari dengan pengetatan oleh sekrup, dan cockleshells (heh) adalah alat penyiksaan yang dipasangkan ke alat kelamin. Ayolah, jangan berlagak terkejut. Mereka dinamakan cockleshells (kerang) for God's sake.
:Para pelayan di baris terakhir menyinggung ke alat pemenggal kepala yang baru diciptakan, yang dinamakan The Maiden (Sang Gadis / Perawan)

Mereka menamakannya Sang Gadis (atau Perawan) karena moniker (sorry aku gatau ini maksudnya apa) pertamanya, "Captain Choppy (Kapten Pemotong)," tidak pernah tertangkap.
So, that's it. Things aren't always what they seem right? Think about it.
Diterjemahkan dari : http://www.cracked.com/article_16576_the-disturbing-origins-5-common-nursery-rhymes.html